Budiman Darmansjah

Just My Personal Blog site

Kisah Cornucopia Art Management dan Lugas Syllabus

Golden Landscape Series

    Lugas Syllabus

Lugas adalah seniman muda pertama yang mempercayakan kariernya dikelola Cornucopia Art Management. CAM yang didirikan beberapa kolektor bertujuan membantu seniman muda menjadi seniman besar secara fundamental dan juga secara pasar. Fakta dan data era kapitalisme global sudah memperlihatkan karya seni dan seniman yang dikelola dengan baik punya sisi lain yang sama menariknya yaitu nilai ekonomis yang tinggi. Karena punya latar belakang kolektor maka CAM lebih tahu keinginan dan kebutuhan kolektor. CAM menempatkan kolektor salah satu terpenting karena kolektor yang menghidupi seniman.

Sejak awal CAM berusaha sebaik mungkin dan hari ini Lugas Syllabus sudah dikoleksi oleh kolektor2 dari beberapa negara regional Asia Tenggara dan kolektor senior dari Inggris.
Di Indonesia yang merupakan negara kelahiran sekaligus negara terbesar di Asia Tenggara CAM dan Lugas Syllabus sudah ada beberapa kolektor2 senior yang serius mengumpulkan karya2 Lugas.
Juga dikoleksi oleh kolektor antusias dari Kuala Lumpur Malaysia.
Di Philippines dipromosikan oleh galeri Finale yang sudah berpengalaman selama 30 tahun dan punya reputasi besar membesarkan seniman Ang Kiu Kok.
Di Singapore dipromosikan Element Art Space. Dan dalam waktu dekat Lugas Syllabus akan pameran tunggal kembali di Singapore.
Terakhir saat ikut pameran Art Shanghai Oktober 2017 kolektor senior sekaligus pemilik galeri dari Inggris membeli sekaligus 3 karya lukisan yang dipamerkan.

Kolektor-kolektor dan pemilik galeri di atas bersama CAM punya kesamaan visi yaitu Lugas Syllabus punya masa depan cerah. Pricewaterhouse Coopers dalam risetnya menulis pada tahun 2030 ekononomi Indonesia akan berada di urutan no 5 dunia. Saat itu karya seni Lugas Syllabus berpotensi besar memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi dibanding saat ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *